Ada sebagian orang yang memilih punya notebook/laptop dibanding komputer konvensional alias desktop. Ringkas alasannya. Ada juga karena mobilitas, suka dan bisa kerja dimana saja. Gw pribadi sebagai pengguna desktop pun sebenarnya menikmati kemudahan seperti ini. Tapi ada masalahnya. Apa itu?

Mungkin sebagian besar para pengguna PC tahu kalau notebook “yang bagus”, mahal bahkan bisa dua kali lipat harga desktop dengan spesifikasi yang hampir mirip. Belum lagi ditambah faktor desain, tipis dan ringan adalah dua kunci utamanya. Nah kalau sudah begini, tak heran kalau notebook yang memenuhi kriteria ini dibanderol dengan harga yang waw, istilah kerennya, Premium. Yah, siapa yang nggak kepingin punya laptop ringan, tipis plus cakep, yang bisa dibawa-bawa buat beragam kegiatan.

Masalahnya adalah, ketika melihat jumlah yang harus ditebus untuk memilikinya berbanding terbalik dengan notebook tersebut. Yap, kocek harus tebal dan berat.

Kemudian gw dikenalkan sama Vivobook S dari Asus, sebuah notebook berpenampilan premium dengan harga yang lebih terjangkau. Notebook ini punya dimensi yang cukup umum digunakan yaitu kaliber layar 14 inci. Tapi ternyata ia lebih ringan dan tipis dari notebook kebanyakan di kelasnya. Berat 1,7 kg dan ketebalan 1,7 cm membuatnya terasa pas ketika dibawa-bawa. Memang, notebook ini bukan masuk kategori thin and light yang bahkan ada beratnya 1kg lebih sedikit saja, tapi menurut gw, Vivobook S sudah cukup enak buat dibawa sana sini.

s510-profile

Kalau tren smartphone di 2017 adalah layar bezel tipis, Asus menerapkannya di jajaran notebook mereka tahun ini termasuk Vivobook S ini. Jadi meskipun notebook ini ukuran bodinya buat kelas 14 inci, Vivobook S punya layar 15 inci. Extra area layar ini dimungkinkan karena bezelnya tipis, 7,8mm pinggirnya, dan punya nama keren, NanoEdge. Dan tak lupa,  resolusi juga sudah Full-HD, jadi untuk urusan layar, notebook ini sudah oke.

SIMAK JUGA >  ASUS Vivobook Pro F570 : Sebuah Kolaborasi Epik

S510-layar

Gw mungkin belum sampai level editing video on-the-go ala Youtuber papan atas, tapi setidaknya kalau gw bisa minimal editing foto/gambar saat tidak di depan PC, gw sudah senang sekali. Nah waktu gw cek spesifikasinya, Vivobook S ini sudah pakai prosesor Intel generasi ke-7 (Kabylake) meski “cuma” varian Core i5 seri 7200U. Tidak jelek kok, malah prosesor ini memadai sekali dikelasnya. Bahkan kalau cuma editing video sederhana misalnya vlog pendek, notebook ini masih amat sanggup.

Bagusnya lagi, Vivobook S sudah pakai SSD (128 GB) buat bantu eksekusi aplikasi dengan cepat. Jadi keseluruhan sistemnya bakal responsif buat ngapa-ngapain mulai dari cuma ngetik kayak bikin artikel ini, sampai mungkin main game. Nah game dan file lainnya bisa disimpan di storage satu lagi berupa HDD yang memang disiapkan dengan kapasitas yang lega, sebesar 1TB. Sebentar, main game? kuat emang? kalau gw bilang sih lumayan karena GPU nVidia Geforce 940MX di dalamnya, meski bukan kelas gaming, masih bisa lah kalau pengen satu dua ronde di CSGO atau Dota 2.

S510-cpuz

Jadi secara spesifikasi, notebook ini memang sudah cukup untuk daily usage. Ditambah lagi untuk urusan ports atau lubang-lubang interkoneksi, Vivobook S cukup royal. Mulai dari tiga buah USB full size, HDMI, bahkan ada 1 port USB Type-C yang sekarang sudah mulai umum digunakan. Tak lupa juga ada slot SD Card, berguna banget ini kalau misalnya selesai motret atau rekam video bisa langsung transfer untuk di simpan atau diolah lebih lanjut. S510-port

Salah satu aspek yang juga nggak kalah penting, terutama buat notebook yang digunakan buat produktifitas adalah keyboard. Asus mengklaim keyboard pada Vivobook S ini nyaman digunakan dengan desain chiclet, permukaan tombol serta jarak antar key yang lega. Hal ini penting sih menurut gw, soalnya kadang apalagi pada notebook tipis dan ringan (thin and light) keyboardnya agak menjadi poin minus. Trackpad ukuran besar mungkin sudah umum, tapi yang berbeda disini, ada fingerprint sensor di ujung pinggir trackpad tentunya untuk mengamankan laptop.

SIMAK JUGA >  Specs is only half of the story

S510-keyboard

Soal baterai, nah ini, diatas kertas mungkin terasa kecil yah, hanya 3-cell , tapi rupanya Asus punya teknologi baterai yang menarik. Vivobook S bisa diisi dari nol sampai 60% hanya dalam waktu 49 menit. Selain itu teknologi yang bisa memperpanjang umur baterai dengan membatasi arus yang masuk apalagi ketika notebook digunakan sambil dicolok. Hal yang sangat umum dilakukan pengguna notebook, termasuk gw.

Oke, secara fisik udah cocok, cukup tipis dan enteng, spesifikasi juga udah memadai lah buat daily usage. Satu hal terakhir, berapa sih harganya? Nah, Vivobook S S510 ini bisa dibawa pulang kurang dari 10jt rupiah alias Rp.9.799.000 dan garansi global dua tahun. Menarik banget nih di segmen kelasnya apalagi buat alternatif Ultrabook yang sudah tentu, harganya jauh lebih mahal. Terakhir, lho katanya tadi terakhir? Iya ini terakhir, spesifikasi nya biar jelas.

vivobook-s

SPESIFIKASI ASUS VIVOBOOK S S510

CPU Intel® Core™ i5-7200U Processor
OS Endless OS
Memory 4GB DDR3L 2133MHz
Storage 128GB SSD M.2 SATA + 1 TB HDD
Display 15.6″ IPS FHD (1920×1080) 7,8mm slim bezel
Graphics Discrete graphics Nvidia GT940MX 2GB VRAM
Input/Output 1 x Type C USB3.0, 1 x HDMI, 1 x USB 3.0, 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 2 x USB 2.0, Fingerprint scanner
Camera VGA Web Camera
Connectivity 802.11ac Wi-Fi; Bluetooth® 4.1
Audio Built-in Stereo 1.6 W Speakers And Digital Array Microphone ASUS SonicMaster Premium Technology
Weight 1.7 Kg
Dimension (WxDxH) 361.4 x 243.5 x 17.9 mm
Colors Icicle Gold
Battery 42Wh lithium-polymer battery, Fast-charge technology: 60% in 49 mins
Warranty 2 tahun garansi global senilai Rp 900.000