[Hands On] ASUS ROG Zephyrus GX501 : Tipis dan Sadis

Featured

Di acara Edge of Beyond, ASUS punya segmen khusus yang menarik. Segmen acara ROG, yang dikhususkan buat para gamers. Inilah ASUS ROG Zephyrus GX501, notebook gaming tertipis di dunia. Apa sih rasanya mencicipi notebook gaming yang aduhai ini? Mari lihat Zephyrus GX501 lebih dekat

Sebelum mulai dengan notebooknya, kemarin pas event tersebut, ASUS ROG menunjuk dua Brand Ambassador terbaru mereka yaitu Franzeska Edelyn atau biasa dikenal dengan Edelyn (kanan) dan Clarissa Punipun atau Punipun (kiri).

Oke, langsung ke tersangkanya, ROG Zephyrus GX501. Sekilas notebook ini memang tampak “biasa saja” dengan desain secara umum agak kaku, kotak gitu, tapi kemudian aksen desain dua area pada bagian muka memberikan kesan yang berbeda plus logo ROG yang mengkilap membuatnya terasa garang.

Sejujurnya, setelah gw pegang sendiri (namanya juga hands-on), gw baru yakin klaim ASUS soal notebook ini tipis (tertipis di dunia malah). Notebook ini punya bahan utama Aluminium-Magnesium Alloy yang tidak hanya kuat, tapi juga lentur. Dengan ketebalan cuma 16,9mm dan berat 2,2kg agak sulit rasanya percaya kalau GX501 ini punya tenaga super.

Tapi tim engineering ASUS berhasil meracik formula yang pas antara kinerja (performa) dan kendali suhu komponen. Seperti kita ketahui, bahwa komponen powerful biasanya menghasilkan panas yang harus sigap diredam agar bisa beroperasi dengan optimal.

Hal inilah yang berhasil dilakukan ASUS pada Zephyrus GX501 dengan Active Aerodinamic System (AAS). Sistem pendingin ini menggunakan kombinasi 5 buat heatpipe yang melintang di area CPU dan GPU yang kemudian disembur dengan dua buah kipas yang dirancang khusus dengan 71 sirip berbahan polycarbonate yang dikristalisasi.

Pusing? 😀 Lihat gambarnya aja deh langsung biar sedikit lebih paham

Gw nggak akan bahas terlalu teknis soal ini, daripada nanti makin pusing, yang jelas sistem AAS ini inovasi yang keren, karena dengan bodi tipis, suhu panas dari Intel Core i7 7700HQ (CPU) dan Geforce GTX1080 (GPU) mampu diredam dengan baik, setidaknya demikian klaim ASUS. Lebih lanjut lagi soal AAS, rahasia lain dari sistem pendingin ini adalah, ketika layarnya dibuka atau tepatnya ketika notebook digunakan seperti biasa, bagian engsel belakang akan membuka juga ala pesawat jet gitu deh.

SIMAK JUGA >  Ada lho Powerbank buat laptop, Asus ZenPower Max

Nah bagian belakang engsel yang “menganga” ini membantu sirkulasi udara keseluruhan sistem AAS. Ini bukan kesalahan produksi atau semacamnya, karena sekilas memang terlihat seperti ada yang kurang rapat dari notebook ini 😛

Yuk lanjut lihat-lihat exteriornya, bahasan jeroan-nya cukup sampai disini 😀

[nextpage title=”I/O dan Desain”]

Ketika dibuka, maka yang langsung menarik perhatian adalah layout keyboard yang agak tidak biasa.

Kalau biasa keyboard berada agak tengah atas dengan touchpad ada di area bawahnya, keyboard pada GX501 ini justru berada di sisi bawah dengan touchpad yang diposisikan di kanan. Ada logo ROG berada persis di tengah area “kosong” tersebut. Area ini bukan tanpa fungsi, melainkan dari sinilah kipas pendingin “menghirup” udara segar untuk mendinginkan udara panas yang ada di dalam notebook.

Touchpad yang ada diposisi kanan keyboard ini pun bisa dialih fungsikan jadi numpad digital yang nantinya akan muncul, semacam touchscreen gitu deh. Oya satu hal lagi soal keyboardnya yang menarik perhatian gw, selain punya travel yang cukup baik untuk ukuran notebook, 1,4mm, keyboard ini juga sudah mendukung AuraRGB yang artinya punya backlit RGB yang bebas dikustomisasi. RGB for lyfe! 😎

Lalu ada apa di sisi-sisinya? Sebelah kiri ada dua buah port USB 3.0, 1 HDMI, audio jack, dan charging port.

Dan di sebelah kanan ada 2 buah USB 3.0, 1 USB type C (Thunderbolt) dan Kensington lock.

Nah habis ini kita akan melongok sekilas ke bagian softwarenya

[nextpage title=”Spec dan Impression”]

Untuk memaksimalkan ROG Zephyrus GX501, ASUS punya aplikasi Gaming Center yang bisa digunakan untuk memantau berbagai status sistem serta beberapa pengaturan juga seperti mode layar, aktivasi mode Eco untuk menghemat daya, sampai untuk menon-aktifkan tombol Windows agar tidak mengganggu ketika bermain game. Tampilan aplikasinya juga keren sih menurut gw.

SIMAK JUGA >  AMD Ryzen APU : Prosesor mainstream yang paling ditunggu

Lantas gimana performanya nih? Nah, sayang sekali gw belum berkesempatan untuk menguji performanya, yah namanya juga Hands-On alias coba, bukan review. Tapi kalau berkaca dari spesifikasinya, ROG Zephyrus GX501 ini buas loh. Nggak percaya? Coba simak spesifikasinya

CPU Intel® Core™ i7-7700HQ Processor (6M Cache, up to 3.80 GHz)
OS Microsoft Windows 10 Home
Memory DDR4 2133 MHz 24GB
Storage 1TB PCIEx4 SSD NVMe PCIe SSD
Display 15,6”  Non-glare IPS Full HD (1920 x 1080)
Graphics NVidia GeForce GTX1080 Max-Q 8GB DDR5 (G-Sync), VR Ready
Input/Output 1 x Audio Combo jack, 1 x Type C USB3.1 (GEN2) Thunderbolt, 4 x USB 3.0 port(s) Type A, 1 x HDMI, Support HDMI 2.0
Camera Built-in HD Camera and array mic
Connectivity 802.11AC+Bluetooth 4.0
Audio Built-in Stereo 2W Speakers, Array Microphone, ASUS Sonic Studio
Weight 2.2Kg
Dimension 14.9 x 10.3 x 0.67 ~0.7 inch (WxDxH)
Keyboard Illuminated Chiclet Keyboard
Special Design Alumunium alloy body, New ROG Strix design
Battery 4 Cells 50 Whrs Polymer Battery

Jadi, masih penasaran sama kinerjanya? sama, gw juga.

Tapi nampaknya tulisan ini sampai disini dulu, tunggu saja kalau memang akan ada reviewnya dari gw *fingers crossed*


Karuna

Karuna

A Tech and Gadget 'opreker', Full time internet surfer, WWE fan since '99, and big fan of Japanese pop culture.


Comments

Leave a Reply to Bai Ruindra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *