Pertama kali diluncurkan di 2009, iPhone 3GS sekarang bisa disebut memasuki status legendaris. Kenapa?

Smartphone andalan Apple yang sebenarnya ditulis iPhone 3G [S] merupakan last of its kind, the last mohican, dan julukan lain semacamnya.

Ini karena iPhone 3GS merupakan iphone terakhir yang punya desain membulat dan mungkin masih lebih ramah di tangan ketimbang penerusnya.

Desain iphone agak membulat ini cukup ikonik dan mungkin sekarang malah dirindukan orang mengingat smartphone sekarang semakin membesar dan menuntut sedikit manuver jemari apalagi kalau mau menggunakannya satu tangan.

Menggenggam kembali iPhone 3GS di 2019 mengembalikan sedikit kenangan lama. Kenapa sedikit? Karena waktu dulu gw cuma bisa pinjam dan coba-coba, sambil berharap kapan bisa punya. 😀

Selain desainnya yang khas, layar iPhone 3GS ini juga khas. Khas karena resolusinya rendah dan ditampilkan di luas layar 3,5 inci. Di era sekarang, layarnya masuk kategori kurang baik, kurang enak dilihat.

Tapi untungnya layar kapasitif ini masih sangat responsif bahkan bertahun-tahun kemudian, jadi setidaknya aksi-aksi sentuh geser dan cubit berjalan dengan lancar.

Selain itu beberapa fungsi tombol fisik juga masih khas Apple dengan tombol Home dan sebuah switch disamping untuk membisukan smartphone dengan cepat saat dibutuhkan. Tombol-tombol fisik ini juga tak luput dari penyakitnya seiring tahun berjalan. Di unit gw ini, tombol Home-nya sudah mulai susah dipencet, harus agak keras baru berfungsi. Solusinya? tentu saja Assistive Touch, tompel layar khas iOS 😀

Ngomongin soal iOS, nah ini dia. Iphone 3GS terakhir di support iOS versi 6.1.6 dan untuk 2019 itu artinya dukungan aplikasi menipis. Beberapa aplikasi sosmed bahkan tidak jalan dengan baik. Facebook versi tua memang masih jalan, tapi gagal me-load konten. Begitu juga dengan Messenger yang gagal me-load chat. WhatsApp? Lupakan, bahkan WhatsApp sudah mulai setengah pingsan di iOS 7 😐

SIMAK JUGA >  5 Daya Tarik Keluarga Xiaomi Redmi 5 (Plus/Note)

Jadi apa yang masih bisa dilakukan dengan iPhone 3GS? Well, telponan, sms dan browsing masih bisa karena beberapa browser third party masih jalan seperti Opera Mini. Hey, Spotify jalan lho walaupun versi lawas, lumayan buat dengerin musik kan? 😉 Dan untuk device lawas, performa smartphone ini termasuk mengesankan, launching aplikasi dan navigasi lancar, minim atau tanpa lag.

Satu lagi yang masih asyik di iPhone 3GS, main game iOS lawas. Memang sudah susah, tapi kalau Anda seperti saya, yang dulunya sempat menyimpan koleksi games iOS dalam format .ipa , tinggal sync 😀

beberapa koleksi game lawas 😀

Tapi tetap saja, kelemahan ada di kapasitas RAM nya yang cuma 256MB, di jamannya mungkin tidak masalah, tapi sekarang, bahkan ketika Opera mencoba meload website dengan konten banyak, aplikasinya ngecrash karena kekurangan memori. Hal yang sama juga terjadi ketika gw coba pake browser lain seperti Maxthon. 🙁

Mari kita bahas satu fitur lagi yang jadi lawas yaitu kameranya. Wahai para pengguna filter kuno, efek foto kuno, dengan iPhone 3GS tidak perlu 😀 . Hasil fotonya cukup mencengangkan, maksudnya kurang baik. Dan lagi bahkan di jamannya iPhone 3GS bukan yang terbaik hasil kameranya, jadi ya dimaklumi saja.

Silakan di lihat beberapa hasil fotonya

dynamic range-nya ancuurrr 😛

Video pun cuma bisa merekam resolusi 480p, kualitasnya? ya kurang lebih sama lah sama fotonya 😛

iPhone 3GS yang gw pakai ini punya kapasitas internal 32GB, tersesar di jamannya dan masih terasa besar juga saat ini. Tapi sayangnya dengan dukungan aplikasi yang semakin menipis, rasanya storage ini akhirnya untuk diisi lagu dan mungkin beberapa video. Jadi berasa iPod ya 😛

SIMAK JUGA >  Hi-Res ~ High Resolution Audio : Nyata atau Maya?

Pada akhirnya iPhone 3GS di 2019 masuk status kadaluarsa. Meskipun desain dan ergonominya masih tetap enak, tapi sayang sekali dari sisi software tidak. Yah kalau mau dipake sebagai  semi-smartphone sih masih bisa, telepon, sms dan browsing ringan masih lancar kok. FB-an atau twitter-an bisa lah pakai Opera Mini atau sejenisnya. Cuman kalau sosmed-an tidak akan nikmat karena aplikasi “asli” tidak berfungsi lagi di versi iOS lawas.

Buat yang pengen nostalgia, atau mungkin buat koleksian kayak gw, iPhone 3GS mungkin masih layak diburu, atau, kalau Anda hobi audio, carilah iPhone 3G karena untuk urusan suara masih lebih bagus dibandingkan 3GS. 🙂