Bagi sebagian orang, smartphone itu yang penting lancar, kencang dan tidak lemot. Tapi bagi yang ‘melek’, mereka akan mencari tahu mesin penggerak utama dari gadget yang ditaksir. Nah kali ini gw coba obrolin sedikit soal SoC kelas menengah terbaru dari Qualcomm yang cukup menarik, Snapdragon 636.

Mari kita ngomongin hal yang agak teknis sedikit di artikel ini.

Dulu, orang menyebutnya prosesor, tapi yang tepat adalah SoC, yakni System-On-a-Chip. Ini karena di dalamnya sudah terintegrasi banyak sekali unit pengolah dengan target kerja masing-masing. Di dalam SoC itu ada prosesor, umumnya 4 sampai 8 inti (core), pengolah grafis alias GPU, pengolah gambar alias ISP, dan lain-lain.

Nah oleh karena itu, Qualcomm menyebut Snapdragon adalah sebuah Mobile Platform, karena ia merupakan satu kesatuan unit dari banyak komponen tadi.

Memperkenalkan, Snapdragon 636, sebuah SoC kelas menengah yang di gadang-gadang sebagai pengganti 625 yang fenomenal itu.

snapdragon-636-1

Snapdragon 636 membawa teknologi prosesor Kryo yang merupakan turunan dari inti prosesor yang digunakan pada SoC kelas flagship yakni seri 800-an (835, 845). Kryo 260 pada Snapdragon 636 berjumlah 8 dengan konfigurasi 4+4 yakni 4 inti prosesor High Performance dan 4 inti prosesor Energy Efficient.

Selain itu, GPU Adreno 509 juga memiliki performa lebih tinggi dibanding pendahulunya di kelas ini (S625/S630).

Tak heran Qualcomm mengklaim bahwa peningkatan kinerja yang dirasakan hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan Snapdragon 625/630.

Selain performa, sektor lain juga mendapat peningkatan seperti adanya Qualcomm Spectra 160 ISP, pengolah gambar yang mendukung 16 MP dual camera atau 24 MP single camera. Dukungan RAM jenis LPDDR4 hingga 8GB serta integrasi Modem X12 (600 Mbps download/150 Mbps upload).

SIMAK JUGA >  [Hands On] ASUS ROG Zephyrus GX501 : Tipis dan Sadis

Dan tentu saja, Snapdragon 636 ini juga sudah diproduksi dengan proses 14nm sehingga tetap irit daya.

SPESIFIKASI

Modem Snapdragon™ X12 LTE
CPU 8x Kryo 260 cores, 64-bit, up to 1.8GHz
GPU Adreno 509
Wi-Fi 802.11ac Wave 2, 802.11n, 802.11a/b/g
Bluetooth 5.0
RAM Dual-channel LPDDR4, up to 8GB
NFC Supported
USB Up to 3.1
Display FHD+ (18:9) support
Charging QuickCharge 4
Audio aptX, Aqstic
Process 14nm

 

Sekarang pertayaannya, smartphone apa yang pakai SoC ini? Nah untuk di Indonesia sendiri, ada dua nama besar yang bakal hadir sebentar lagi. Yang pertama adalah Xiaomi Redmi Note 5 dan berikutnya ada ASUS Zenfone Max seri baru.

Menariknya lagi, sepertinya urusan kinerja ini menjadi bahan jualan utama, betapa tidak, kalau melihat raw performance dari chipsetnya, Snapdragon 636 ini menggoda banget untuk segmen kelas menengah. Bahasa marketingnya, “rasa flagship”. 😛

Jadi #MendingIni atau #LebihMendingItu ? Kita tunggu saja 😀