Popularitas Android emank ga bisa dipungkiri lagi. OS atau sistem operasi open-source ini emank menarik karena bisa di customize sesuka hati oleh para developer. Makanya kita bisa liat beda perangkatnya, beda tampilan dan fungsionalitas meskipun pada dasarnya itu adalah Android. Karena itu juga sudah banyak cara untuk menjalankan Android di PC alias komputer konvensional. Memang selama ini banyak solusi, tapi kali ini gw menemukan yang mungkin versi Android untuk PC yang paling bagus.

Remix OS adalah sistem operasi berbasis Android yang awalnya dikembangkan oleh JIDE untuk perangkat Mini-PC mereka sendiri. Tapi kayanya karena banyak permintaan, akhirnya mereka merilis versi lepas OS nya saja untuk di-install secara umum. Awalnya gw ga tertarik, karena yaaahh… paling sama-sama aja kaya model Android x86 selama ini atau yang berbasiskan emulasi di windows kaya BlueStacks.

Tapi begitu gw liat demo-nya dan review Mini-PC nya, wah! ini keren nih, beda dari Android buat PC yang selama ini gw temui. Hal pertama yang berkesan buat gw, desktopnya terasa kaya real OS buat PC yang punya desktop, sekilas ada kesan Windows 10 sih 😛

remixOS1

Kedua, real multi window support! ini yang asik, jadi masing-masing app bisa jalan di window sendiri alias real multitasking suatu hal yang agak sulit dilakukan bahkan di perangkat Android “asli” sekalipun.

Oke, tanpa berlama-lama lagi, gw langsung meluncur ke website mereka untuk donlot ISO Remix OS nya. Setelah donlot, langsung aja gw buat image nya untuk di boot ke PC dalam hal ini gw pake laptop aja.

Oh sebelumnya, perhatikan catatan yang ditulis di web tersebut, bahwa untuk performa yang baik, usahakan pakai Flashdisk yang punya kecepatan tulis minimal 20MB/s atau lebih amannya yang sudah USB 3.0. Karena memang, berdasarkan pengalaman gw USB 3.0 BIASANYA punya write speed diatas 20MB/s. Sebenarnya bisa juga pake external HDD, tapi karena ini masi uji coba, pake flashdisk aja.

SIMAK JUGA >  4GB RAM : Wah or Blah?!

Soal uji coba, ya ini masi proyek uji coba, karena OS-nya pun masih di stage Alpha, bahkan belum Beta. Setelah semua persiapan selesai, langsung saja kita lakukan booting ke Remix OS. Setup awal sekitar 10 menit lah tergantung kecepatan flashdisk juga sih. Daaann…. akhirnya sampai juga kita di desktop Remix OS.

Kesan pertama, WAW… ini campuran macam-macam OS nih rasanya. hahaha…. Berikutnya, lho kok nggak ada google play servicenya? ternyata emank belum dimasukkan, kedepannya akan di-integrasikan langsung. Jadi untuk awal ini kita harus sideload sendiri. Caranya ada di thread XDA berikut ini.

Setelah menginstall beberapa aplikasi yang pengen gw coba di RemixOS, maka mulai lah gw eksperimen dengan OS ini. Pertama yang gw rasakan, ini kaya pake tablet Android plus keyboard, tapi loh kok pointer di touchpad gw aneh bentuknya, bulat bukan anak panah. Ternyata, Remix OS ini mendeteksi laptop gw touchscreen jadi pointernya dianggap mode touch. Sialnya di mode ini, aksi yg biasa gw lakukan pake touchpad ga bisa kaya scroll pake dua jari ga jalan di semua app. Solusinya, antara pake sentuh layarnya laptop langsung atau colok mouse USB.

Pointer anak panah baru muncul begitu gw colok mouse USB, nah disini fungsionalitas ala OS standar PC bisa dilakukan utamanya respon untuk klik kanan. Tapi ya masih terbatas, ingat ini masi versi alpha.

remixOS2

Beberapa hal yang masih belum sempurna adalah, batere. Ya, RemixOS tidak bisa mendeteksi batere, wajar, karena aslinya dia untuk PC, jadi pas gw lagi asik, tiba-tiba indikator batere gw uda kedip tanpa ada notif apapun dari OS nya. Lalu soal storage. Walaupun gw install di flashdisk 32GB, internal storage-nya cuma 4GB, belum ada info apa-apa soal gimana cara expand atau semacamnya, mungkin nanti di versi berikutnya.

SIMAK JUGA >  Banyak modem atau kebanyakan modem?

Tadi gw sebutkan soal kemampuan multitasking app yang tampil dalam window. Nah, kompatibilitas sistem window ini yang masih kurang optimal, karena ingat, app Android mayoritas tidak dirancang untuk bekerja dalam Windowed. Jadi, kadang mengubah ukuran window akan berdampak pada app yang tampil terpotong, bukan otomatis me-resize tampilannya sendiri. Ada juga app yang menolak untuk di-resize ukuran Window-nya.

Overall, Remix OS ini menunjukkan sesuatu yang menarik, bahwa Android OS pun jika ditangani dengan serius, bukan tidak mungkin untuk digunakan di komputer biasa. Yah walaupun kita tau, keterbatasannya akan datang dari app karena tidak semua app ramah interface, sampai sekarang bahkan masi banyak app yang tidak optimal untuk layar lebar macam tablet, karena fokusnya masih di smartphone. Kita tunggu saja nanti versi berikutnya dari RemixOS ini.