Ketika smartphone semakin kencang kinerjanya, tentu harus diimbangi sama suplai dayanya dan tentunya teknologi pengisiannya. Lalu, bisa sekencang apa ngecas smartphone saat ini?

Kalau lihat smartphone sekarang, salah satu fitur yang jadi ‘bahan jualan’ adalah teknologi charging baterainya. Mulai dari QuickCharge, VOOC, Super Charge, dan sebagainya. Teknologi semacam ini menjanjikan pengisian ulang baterai yang lebih cepat dibandingkan charging biasa/standar. Yang termasuk ukuran standar disini adalah sebesar 10W atau biasanya tertulis 5V 2A.

Tapi, seperti judul dari tulisan ini, kali ini gw pengen uji charger atau adapter yang punya output hingga 27W. Charger ini menggunakan standar QuickCharge dari Qualcomm, tepatnya versi 3.0 (ada logonya)

Seperti yang terlihat, charger dari Xiaomi Black Shark 2 ini termasuk istimewa, karena dia mampu mengalirkan daya hingga 20V 1,35A alias 27W. Ini sesuai dengan spesifikasi QuickCharge 3.0 walaupun sebenarnya secara spesifikasi, Black Shark 2 mendukung hingga QuickCharge 4.0.

Teknologi fast charging lain seperti VOOC punya Oppo juga mampu menghantarkan daya lebih dari 20W yang berbeda hanya teknik pengisiannya, silakan googling untuk info lebih lanjut.

Oke, langsung aja ke pengujiannya. Berhubung gw nggak punya waktu lama bersama Black Shark 2, jadi uji coba charging ini cuma bisa gw ulang 3 kali karena smartphonenya termasuk irit daya plus baterainya besar (4000 mAh).

Jadi pengujiannya seperti ini, gw mulai monitor dari 5% dan gw kasih waktu 30 menit untuk mengisi karena teknologi fast charging biasanya sangat terasa di 30 menit awal atau 0-60% kapasitas baterai. Untuk memantau gw menggunakan AccuBattery.

Hasilnya, dalam 30 menit baterai terisi sebanyak 56%, impresif sekali.

SIMAK JUGA >  Tampil cantik, Zenfone 3 Max punya warna Rose Pink

Dan untuk keesokan harinya, untuk mengisi dari 8% sampai penuh 100% cuma butuh 1 jam 18 menit dengan total pengisian 92%.

Sebagai perbandingan, gw coba smartphone lain yang juga mendukung QuickCharge 3.0 juga tapi nampaknya tidak seoptimal di Black Shark 2. Hasilnya, dalam 30 menit, hanya terisi sebanyak 48%. Mungkin terlihat mirip, tapi kalau kita lihat lebih spesifik, kapasitas yang terisi sebesar 1.190 mAh dibandingkan dengan 1.950 mAh pada Black Shark 2.

Oke jadi pada pengujian (super) singkat ini terbukti bahwa charger 27W itu sangat ngebut dan bisa dibilang enak banget karena nggak perlu nunggu lama buat ngecas smartphonenya. Yang perlu diperhatikan sebelum kalian buru-buru beli charger daya tinggi adalah pastikan dulu perangkatnya support terutama smartphonenya.

Kemudian, sebenarnya masih ada lagi yang harus diperhatikan soal fast charging ini seperti smartphone akan terasa agak panas ketika ‘disetrum’ terutama pada fase 0-50%. Silakan googling soal kelebihan dan kekurangan menggunakan fast charging untuk smartphone.

Jadi, ya, kalau melihat ada spesifikasi atau tepatnya bahan jualan marketing dari smartphone yang menulis support charging diatas 18W, selama bukan merek abal-abal, silakan dinikmati 😀