Just Info

Vivo V7+ : Mulainya Era Smartphone Bezel-less Murah?

2017 merupakan tahun dengan tren yang menarik untuk smartphone. Semua pabrikan berlomba bikin smartphone dengan layar penuh, pinggiran tipis. Sayang, smartphone seperti itu biasanya berada di kelas high-end. Tapi pelan-pelan tren ini juga menjangkau segmen dibawahnya. Vivo V7+ salah satunya.

Oke, gw tau mungkin Vivo bukan yang pertama bikin smartphone bezel tipis “murah” pertama, karena ada LG Q6 dan merek “china” lainnya yang jauh lebih murah. Tapi peluncuran Vivo V7+ ini semacam bisa men-trigger merek yang lumayan ada nama untuk merilis smartphone bezel-less di kelas menengah ke bawah.

Seperti biasa, kalau segmen menengah ke bawah ini, selalu ada kompromi, contohnya LG Q6, walaupun layarnya cakep, tapi banyak yg menyayangkan keputusan LG menghilangkan fingerprint scanner di hape ini. Alhasil, di harganya, jualan utamanya benar-benar layar FullVision tersebut.

Lalu hadirlah Vivo V7+ kemarin 28 September 2017, yang peluncurannya overkill menurut gw (disiarkan 9 stasiun TV 😀 ). Vivo V7+ ini berusaha lebih balance di overall package nya. Mereka pakai istilah FullView buat layar bezel-less nya. Nah inilah kenapa gw bilang tren layar bezel-less murah, karena meskipun punya ratio layar 18:9, resolusinya masih 720p. Kalau standar layar 720p itu 1280 x 720 piksel, versi lebarnya jadi 1440 x 720 piksel. VivoV72-2 Sementara kita tahu kalau resolusi 720p ini di smartphone identik dengan kelas entry level. Jadi, nggak heran kalau kedepannya smartphone entry level pun bisa punya layar dengan ratio lebar ini tapi tetap bermain di area 720p. It’s not a bad thing, apalagi kalau memang kualitas panelnya bagus, gw hanya penasaran aja apa hal ini bakal kejadian, smartphone entry level dengan layar 18:9. 😀

SIMAK JUGA >  Masih terbaik di kelasnya? Inilah spesifikasi dan harga Xiaomi Redmi 6A

Balik lagi ke V7+, selain layarnya, smartphone ini masih punya pakem selfie, tapi bedanya sekarang kameranya cuma satu, bukan dua seperti di V5. Resolusinya naik, jadi 24MP makanya punya tagline Clearer Selfie. Sementara kamera belakang masih ‘standar’ dengan 16MP.

Vivo V7+ termasuk salah satu smartphone yang menggunakan SoC baru dari Qualcomm untuk kelas entry, Snapdragon 450. Dengan fabrikasi 14nm dan kecepatan 1,8Ghz, SoC ini sekilas terasa seperti Snapdragon 625, SoC sejuta umat yang sudah teruji. Bedanya, selain clockspeed lebih rendah, Snapdragon 450 juga tidak mendukung 4K, selebihnya mirip. vivo-v7-1 Nah Vivo V7+ ini dilepas kepasaran dengan harga Rp.4.699.000 alias 4,7juta rupiah. Selisihnya lumayan dibandingkan dengan LG Q6. Memang sih overall spesifikasinya memang lebih baik dibandingkan dengan LG Q6. Tapi apakah selisihnya sepadan? Silakan tentukan sendiri 😀