Reviews

Apple Music Review : Layanan streaming yang ditunggu-tunggu?

Di era musik digital ini banyak sekali layanan streaming musik, mulai dari yg gratisan sampai yg berbayar mahal. Waktu Apple mengumumkan akan ikutan juga di layanan semacam ini, banyak juga yg antusias menunggu. Kenapa? karena seperti kita ketahui, iTunes punya library lagu yang segudang (atau bergudang-gudang?) yang otomatis menarik minat para penikmat musik. Akhirnya setelah menunggu beberapa minggu, Apple Music telah tiba dan gw pun langsung mencobanya.

Pertama, sebelum dapat menikmati layanan Apple Music, software yang digunakan harus mendukung dulu. Untuk perangkat iDevices butuh iOS 8.4 sementara untuk komputer silakan download iTunes 12.2. Sementara untuk Android, coming soon 🙁 . Karena disini gw cuma punya komputer sementara iPhone gw uda terlalu jadul untuk iOS 8.4, jadi review gw kali ini versi desktopnya dengan iTUnes 12.2. Setelah instalasi, di iTunes yg baru ini, nanti akan muncul tab New dan For You di bagian Music pada iTunes.

Pertama kali akan muncul notifikasi apakah mau join Apple Music atau tidak. Setelah join, kemudian selesaikan urusan administrasi (langganan, bayar membayar 😛 ). Selesai. Dan kemudian akan muncul layar pertama yang menanyakan preferensi musik.

Lalu keluarlah beberapa pilihan artis sesuai genre musik tadi.

Kalo kamu sebelumnya pernah pake Spotify atau MixRadio, langkah-langkah semacam ini pasti familiar. Dan setelah selesai semuanya maka kamu akan dihadapkan pada layar For You yang isinya kurasi musik berdasarkan genre serta artis tadi. Tapi kalo ingin cari sendiri artisnya bisa langsung ke kolom search.

menariknya, ada trending search juga muncul disitu, ya semacam trending topic gitu deh.

Selain dari Apple Music, kamu juga bisa masukin musik dari storage iCloud seandainya pernah mengupload file musik di iCloud. Dan kaya Spotify, Apple Music juga memungkinkan untuk Take Offline alias download biar tetap bisa dengerin musik tanpa koneksi internet.

SIMAK JUGA >  [Review] Asus ZenPower Pro : Dengan tambahan fitur 'Pro'

Trus gw berpikir, wah kalo udah ter-download, bisa dicopy kemana-mana donk, asik juga nih jutaan musik gratis cuma bayar langganan. TAPI NO NO NO, Apple tidak bodoh 😛 lihat gambar berikut

filenya memang ada, tapi tidak bisa diputar selain di iTunes yang bersangkutan karena filenya diproteksi.

Library Apple Music termasuk (sangat?) lengkap bahkan gw kaget untuk library musik Indonesianya. Tapi sayangnya untuk musik yang gw dengerin sehari-hari (JPop), cukup terbatas atau gw berani bilang mirip dengan library-nya Spotify. Sementara dari kualitas, not bad lah, format AAC dengan bitrate 256kbps sudah lebih dari cukup terutama kalo fokus di perangkat portable-nya seperti iPhone dan iPad.

Oh sebelum lupa, untuk yang doyan denger radio atau shuffle lagu campur-campur gitu, fitur Radio dari Apple Music pasti bikin puas. Hey, Unlimited Skip untuk Mix itu sudah sangat berguna. Sementara untuk radio Beats1 nya, seperti yang Apple janjikan, real DJ. Yap, sama kaya lagi dengerin radio biasa yang tentunya No Skip song.

Lantas apakah Apple Music worth? well, kalo kamu suka layanan semacam ini, patut dicoba apalagi harganya sangat menggoda. Rp.69 ribu sebulan itu murah dibandingkan dengan Spotify yang ga cuma lebih mahal plus belum tersedia di Indonesia (gw pake spotify singapore 😛 ). Jadi kalo kamu bosan dengan lagu yang ada terus bingung mau dengerin lagu apa, langsung aja pantengin Apple Music.