Reviews

[Review] Asus Zenfone 3 Max : Maximalkan aktifitas digitalmu

Smartphone saat ini banyak kesamaan, entah bentuk, atau spesifikasi. Tetapi masih ada satu faktor smartphone yang dicari orang, baterai besar dan daya tahan yang lama. Ketimbang harus bawa powerbank, kalau smartphone-nya sendiri bisa bertahan lama sampai diisi ulang lagi, why not?. Emank ada? Ada, inilah Zenfone 3 Max.

Mari kita bahas soal penampilannya, Asus Zenfone 3 Max tidak seperti yang dibayangkan misalnya karena baterainya besar lantas hapenya juga akan bongsor. Memang, dimensinya agak besar karena punya layar 5,5 inci, tapi Asus merancangnya tetap tipis dan lengkungan sisinya membuat hape ini ramah di genggaman. Tetap nggak muat (nonjol) di saku jeans sih 😛

Konstruksi Zenfone 3 Max menggunakan metal pada hampir seluruh bodi belakangnya dengan kaca lengkung atau 2.5D Glass di bagian muka. Sayang, pertemuan kaca dan metal tersebut tidak semulus pada Zenfone 3 yang lalu, jika diraba terasa sekali kaca yang menempel pada aluminiumnya. Lalu ternyata bodi metal ini membuatnya agak sedikit licin.

Susunan port dan tombol tidak banyak berubah dan langsung dapat dikenali seperti tombol volume dan power di sisi kanan dan fingerprint scanner di bodi belakang. Satu hal yang agak berbeda, area fingerprint scanner ini lebih kecil dibandingkan seri Zenfone 3 lainnya.

Layar 5,5 inci terasa agak besar ditangan namun setidaknya memberikan tampilan yang lega untuk konten yang ditampilkan. Bezelnya tipis, resolusinya Full-HD, kontras serta warna yang ditampilkan juga terbilang baik. Satu hal lagi, tingkat kecerahan maksimumnya masih memadai untuk dipakai di luar ruangan.

Overall tidak terlalu banyak komplain soal desain dan fisik dari Zenfone 3 Max.

Next mari kita bahas soal kameranya, lanjut ke halaman berikut

[nextpage title=”Kamera”]

KAMERA

Oke, walaupun bukan menjadi ‘fokus’ utama, kamera pada Zenfone 3 Max tetap harus dapat perhatian. Spesifikasi kamera utamanya, resolusi 16MP dengan bukaan lensa f/2.0 dan juga sistem TriTech AutoFocus (phase detection, laser dan continous). Jadi secara spesifikasi, sebenarnya kamera Zenfone 3 Max ini tidak main-main. Hasilnya, silakan lihat sendiri, menurut gw sih oke ini untuk kelasnya.

SIMAK JUGA >  Zenfone 3 ZE520KL Update Android Nougat, akhirnya!!

 

Video? Zenfone 3 Max mendukung perekaman video hingga Full-HD, juga dilengkapi EIS meskipun tidak sebaik menggunakan combo OIS+EIS pada Zenfone 3 polos.

Dan untuk yang suka narsis, kamera depan Zenfone 3 Max punya resolusi 8 MP lengkap dengan hasil cukup baik, diatas rata-rata kamera depan smartphone di kelasnya.

[nextpage title=”PERFORMANCE”]

BATERAI

Nah ini dia poin utama dari Zenfone 3 Max. Smartphone ini dilengkapi dengan baterai besar berkapasitas 4100mAh. Selain itu, fitur manajemen daya juga amat membantu Zenfone 3 Max bertahan lebih lama. Berdasarkan pengujian dan penggunaan smartphone ini selama kurang lebih seminggu, satu kata, impresif.

Pada penggunaan yang lebih berat, gw masih dapat sehari full, itu sudah termasuk main game cukup lama. Buat yang suka mengukur berdasarkan SoT alias Screen On Time, tak jarang Zenfone 3 Max ini menembus 6 jam SoT.

Fitur ekstra lainnya adalah Reverse Charging. Fitur ini memungkinkan Zenfone 3 Max berfungsi sebagai powerbank, benar sekali, powerbank. Jadi kalau darurat, bisa buat ngecas perangkat lain.

Kekurangannya?

Well, pertama, smartphone ini butuh waktu lebih lama untuk di cas alias isi ulang, baterai 4100mAh tanpa dukungan Fast Charging itu….. well, 3 jam ngecas itu lumayan juga nunggunya 🙁 .

Kedua, reverse chargingnya mengalirkan arus yang terbilang kecil, sekitar 500mAh, jadi benar-benar untuk kebutuhan darurat saja, kecuali sabar nunggu ngecas device lain lewat Zenfone 3 Max ini.

Sebagai perbandingan, gw sempat menguji juga Redmi Note 3 yang punya baterai 4000mAh. Disini terlihat Zenfone 3 Max masih lebih unggul secara overall untuk daya tahan baterai. Dengan pola penggunaan yang hampir mirip, Redmi Note 3 hanya mampu bertahan belasan jam, sudah termasuk main game cukup lama.

[nextpage title=”KINERJA”]

KINERJA

Kencang nggak Zenfone 3 Max? Hmm… Asus meracik Zenfone 3 Max dengan SoC Qualcomm Snapdragon 430 serta ram 3GB. SoC ini memang bukan kelas atas, malah termasuk menengah ke bawah, tapi performanya termasuk baik. Memang, sejujurnya pada beberapa game “high-end” agak kurang mulus, tapi selebihnya tidak ada masalah. Kabar baiknya, SoC ini cukup irit daya, jadi sangat membantu ke keseluruhan sistem soal keawetan daya tahan tadi.

SIMAK JUGA >  ASUS ROG G550JK : Game is my first name
Antutu Benchmark 6
Geekbench 4

Secara umum, kinerjanya termasuk baik walaupun menggunakan SoC kelas menengah ke bawah. Oh iya, gw mau menambahkan kalau penggunaan bodi metal ini berpengaruh sama suhu alias kalau dipakai main game agak lama ya siap-siap tangan berasa hangat 😛 . Ini karena panas dr dalam dihantarkan keseluruh bodi smartphone.

SOFTWARE

Asus Zenfone 3 Max menggunakan sistem operasi Android M 6.0.1 dan tentu saja, dengan Zen UI 3.0. Tidak ada yang berbeda dengan software dan fiturnya dibandingkan Zenfone 3 sebelumnya. Zen UI masih menawarkan kustomisasi yang cukup lengkap serta fitur ekstra seperti offscreen gesture untuk langsung meluncurkan aksi tertentu misal kamera atau senter LED.

VERDICT

Menjadi salah satu “turunan” keluarga Zenfone 3, Asus Zenfone 3 Max ZC553KL hadir dengan fitur dan kinerja yang seimbang. Ia memang bukan ditujukan buat power-user, tapi baterainya yang awet patut dapat perhatian. Berbeda dengan generasi Max sebelumnya, Zenfone 3 Max tampil lebih stylish serta fitur yang up-to-date seperti fingerprint dan bahkan kamera yang lebih baik. Lantas apakah smartphone ini layak menyandang gelar #GaAdaMatinya? Tentu saja, karena di kelasnya, Zenfone 3 Max memang unggul soal daya tahan baterai.

 

VIDEO REVIEW

&nbsp

+ Baterai kapasitas besar dan awet        – Tidak mendukung fast charging

+ Desain cakep                                     – Bodi metal terkadang licin

+ Kamera bagus                                   – Speaker agak ‘cempreng’