[Review] Asus Zenfone 3 ZE520KL : Ketika Zenfone Naik Kelas

Reviews

Bukan rahasia lagi kalo seri Zenfone termasuk salah satu yang laku keras beberapa tahun belakangan. Murah-meriah-mantap jadi kunci utama buat suksesnya. Tapi nampaknya untuk generasi ketiga ini, Asus menghadirkan sesuatu yang berbeda, tepatnya sih mengincar pasar yang sedikit berbeda. Itulah kenapa gw bilang, Zenfone 3 ini sekarang sudah “naik kelas”. Kok gitu?

Hal pertama yang menjadi indikasi Zenfone 3 naik kelas adalah desain. Asus sudah beralih menggunakan desain metal dan kaca yang memberikan kesan premium. Khususnya untuk seri Zenfone 3 “polos”, sandwich metal dan kaca lengkung atau 2.5D glass bikin tampilannya cakep dan bisa dibilang terlihat mahal 😛 .

Sisi depan dan belakang yang berdesain curved glass ini membuat Zenfone 3 ZE520KL terasa nyaman di genggaman, lebih mulus terutama untuk pinggir-pinggirnya. Hanya saja, hati-hati karena desain dual-glass semacam ini pada kondisi tertentu bisa jadi licin. Poin minusnya lagi, magnet sidik jari, smartphone ini bisa berubah dari cakep banget, jadi jorok banget karena bekas jejak jari di semua sisinya. Salah satu alasan kenapa gw segera kasih perlindungan segera, ngga usah keren-keren dulu, yang penting aman dulu. 😛

Perubahan desain ini pun terlihat dari sisi fungsionalitas. Kalo seri sebelumnya tombol volume ada di bagian belakang, sekarang posisi itu diisi oleh Fingerprint Sensor. Sementara tombol power dan volume ditempatkan di sisi kanan. Sisi kirinya terdapat Dual-SIM tray dengan kombinasi Micro + Nano/Micro-sd. Yang baru dari Zenfone 3 adalah digunakannya port USB Type-C sesuai dengan standar port gadget untuk kedepannya.

Menggunakan layar berdimensi 5,2 inci membuat Zenfone 3 ZE520KL ini terasa pas. Tidak terlalu besar, tapi tidak juga terlalu kecil terutama ketika digunakan untuk menikmati konten multimedia. Layar dengan resolusi Full-HD ini pakai panel Super IPS+ yang menampilkan tampilan yang tajam, dengan kontras dan warna terbilang baik. Yang paling penting, sekarang kalo digunakan di luar ruangan, panas terik, layarnya bisa dilihat dengan baik. Improvement yang paling gw suka apalagi dibandingkan generasi sebelumnya.

Melongok ke bagian belakang, terdapat Fingerprint Sensor yang areanya cukup besar. Sensor ini termasuk cepat dan responsif mengenali sidik jari untuk kebutuhan sekuriti dari smartphone. Alternatifnya, terutama jika berada di atas meja, gunakan pin untuk meng-unlock devicenya. Selain itu, Fingerprint ini juga bisa digunakan sebagai shutter kamera alias tombol jepret. Cukup membantu untuk selfie.

SIMAK JUGA >  [Review] Mifa H2 : Bluetooth Speaker Yang 'Berguna'

Next mari kita bahas soal kameranya, lanjut ke halaman berikut

[nextpage title=”Kamera”]

KAMERA

Inilah salah satu fitur yang diunggulkan oleh Zenfone 3 Series. Tagline Build For Photography yang terpampang jelas bikin pada penasaran, sehebat apa sih kameranya. Oke, pertama kita simak dulu spesifikasi kamera utamanya.

Asus Zenfone 3 “polos” pakai sensor Sony IMX298 dengan resolusi 16MP lengkap dengan OIS (Optical Image Stabilizer). Sensor ini juga sudah mendukung PDAF (Phase Detection Auto Focus) lalu dibantu dengan laser focus, diatas kertas, ZE520KL mampu mengunci fokus dengan cepat. Selain itu ada juga Color Correction Sensor yang ditempatkan diatas dual-tone LED flash. Sensor ini bersama dengan DTI Technology membuat foto tampil sesuai warna aslinya.

Nah yang jadi pertanyaan, gimmick doank, atau memang bagus kameranya? Pengujian gw menunjukkan kalau Zenfone 3 ini memang menghasilkan foto yang bagus, secara umum memuaskan. Karakter foto yang dihasilkan secara umum terbilang “nonjok” dengan kontras dan saturasi warna yang kadang malah berlebihan menurut (selera) gw. Overexposure adalah hal (masalah) umum dari kamera ini dimana area terang cukup sering tidak tertangkap dengan baik. Solusinya? aktifkan mode HDR maka foto yang dihasilkan akan lebih seimbang antara bagian gelap dan terang.

Sementara untuk kondisi lebih remang seperti indoor ataupun outdoor malam, kamera ZE520KL menghasilkan foto yang baik. Keuntungan adanya OIS juga terlihat saat foto outdoor malam dimana gambar tetap fokus, tidak blur meskipun shutternya melambat.

Bagaimana dengan video? Selain sudah mendukung perekaman video 4K, Asus membekali juga fitur EIS (penstabil video digital) untuk menemani OIS sehingga video yang dihasilkan jauh lebih stabil. Efeknya cukup terasa dan bisa Anda lihat contohnya di video review yang saya taruh di halaman terakhir review ini. Catatan, EIS tidak berfungsi untuk video 4K, hanya maksimal 1080p atau Full-HD.

Dan untuk yang suka narsis, kamera depan Zenfone 3 punya resolusi 8 MP lengkap dengan mode Beautification yang sudah ada dari era Zenfone 2. Kualitas kamera depannya lebih baik dibandingkan Zenfone 2 tapi tetap bukan tandingan Zenfone Selfie yang memang spesialis selfie 😛 .

SIMAK JUGA >  [Review] Vortexseries VX5 : Minimalis dan Manis

[nextpage title=”PERFORMANCE”]

KINERJA

Sebagai varian paling entry, Zenfone 3 ZE520KL menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 625 dengan prosesor octa-core berkecepatan 2.0 Ghz. Sementara itu kombinasi RAM dan Internal Storage adalah 3GB/32GB. Kalau kurang, Anda bisa melirik varian satu lagi ZE552KL yang punya RAM/Storage 4GB/64GB (plus layar membesar jadi 5,5 inci).

Bagaimana kinerjanya? langsung saja disimak hasil benchmarknya biar bisa bandingin sama yang lain.

Antutu Benchmark 6

 

Geekbench 3

Secara umum, kinerjanya termasuk baik mengingat spesifikasinya masuk kelas menengah. Yang paling penting, baterainya irit. Baterai 2650mAh mungkin terbilang kecil, tapi dengan chipset yang efisien ini, gw dengan mudah menembus SoT (Screen on Time) 4 sampai 5 jam dengan total penggunaan hampir satu hari (20-an jam) bahkan kadang lebih. Mantep lah 😀

SOFTWARE

Masih dengan Zen UI tapi kali ini versinya sudah 3.0 yang berjalan di Android M 6.0.1. Tidak banyak yang berubah dibandingkan versi sebelumnya, hanya saja sekarang ada tambahan seperti animasi cuaca di layar lockscreen, lalu dukungan motion wallpaper, semacam efek wallpaper 3D yang bergerak mengikuti orientasi hapenya.

VERDICT

Asus Zenfone 3 ZE520KL bisa dibilang sebuah total package yang menarik, ia memang bukan flagship, malah ia varian paling “cupu” dari seluruh jajaran Zenfone 3. Tapi itu bukan alasan untuk device ini jadi tidak menarik, malahan secara pribadi, secara desain, gw lebih suka versi ini ketimbang Deluxe. Di harganya, Zenfone 3 ZE520KL menawarkan keseimbangan performa, fitur dan tentunya tampang yang menarik. Jadi kalau Anda punya budget sekitar Rp.4jt-an bisa dicoba lirik smartphone yang satu ini.

 

+ Kamera bagus                            – Tidak ada NFC

+ Desain cakep                              – Bodi Rentan gores dan sidik jari

+ Baterai irit

 

VIDEO REVIEW


Karuna

Karuna

A Tech and Gadget 'opreker', Full time internet surfer, WWE fan since '99, and big fan of Japanese pop culture.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *