[Review] Asus Zenfone 4 Max Pro : Membesar dan Melebar

Reviews

Memasuki generasi ke-4, salah satu varian dari Zenfone 4 sudah hadir resmi di Indonesia. Zenfone 4 Max Pro, varian entry dari keluarga Zenfone 4 ini hadir dengan tagline We Love Photo & Energy. Maksudnya? Nah mari kita simak.

Rasanya belum lama gw review varian Max dari Zenfone, tepatnya Zenfone 3 Max (disini) dan seperti semacam “tradisi” kalau setiap generasi, ada varian Max nya yang berfokus pada daya tahan baterai. Yang menarik, selain baterainya, Zenfone 4 Max juga ikut punya ciri khas Zenfone generasi 4, yaitu dual camera.

Oh iya, ada satu catatan, varian Zenfone 4 Max yang gw review ini merupakan varian Pro, nama lengkapnya Zenfone 4 Max Pro. Bedanya sama yang Max “polos” ada di kamera. Zenfone 4 Max Pro punya kamera utama belakang dan kamera depan beresolusi 16 MP, sementara Zenfone 4 Max “polos” hanya 13 MP. Itu aja, selebihnya sama.

zenfone-4-max-pro-review-1

Kesan pertama waktu melihat device-nya langsung adalah hmm… agak familiar ya, terutama bagian belakang. Benar, karena Zenfone 4 Max Pro sekilas terlihat seperti Zenfone Zoom S dengan dua kamera dan bodi metal. Tapi persamaannya sampai disitu saja. Ini karena sekarang sensor sidik jari alias Fingerprint tidak lagi berada di belakang, pindah ke depan.

Sensor ini juga berfungsi ganda sebagai tombol home meskipun bukan tombol fisik hanya tombol sentuh seperti back dan recent apps di sisi-sisinya. Posisi depan ini bikin jadi mudah kalau misalnya posisi hape di meja, bisa di-unlock segera dengan tap sensor fingerprint-nya tanpa harus diangkat atau pakai input PIN/Password.

zenfone-4-max-pro-review-5

Soal angkat-angkat hape, satu hal yang gw notice dari Zenfone 4 Max Pro ini adalah bobotnya. Dibandingkan seri Max sebelumnya, si Max Pro ini sedikit lebih tebal dan berat. Tentunya bisa ditebak dengan mudah alasan bodi smartphone ini membesar. Asus menanamkan baterai berkapasitas 5000 mAh yang diklaim bisa standby hingga 46 hari. 😮 Ingat, klaim ini adalah untuk STANDBY, seberapa real-nya nanti gw beberkan di bawah.

Nah untungnya desain bodi Max Pro ramah di tangan dengan lengkung-lengkung di sisi membuatnya bisa lebih mantap digenggam. Meskipun, sisi bodi metalnya di bagian belakang gampang banget terlihat jorok karena bercak sidik jari dan keringat tangan lebih mudah nempel ketimbang dibersihkan. Harus di lap beberapa kali terutama pas mau di foto buat artikel ini 😛

Sebelum - Sesudah
Sebelum – Sesudah dibersihkan

Hal baru yang ada di Max Pro ini adalah slot simcard nya. Sekarang slot ini punya tiga tray, jadi dua nano sim dan microSD, muat semua nggak perlu rebutan lagi slot sim kedua dengan microSD. Slot ini beada di sisi kiri sementara sisi kanannya masih sama dengan tombol power dan volume.

zenfone-4-max-pro-review-4

Tombol volume tadi juga bisa berfungsi untuk menyalakan kamera dengan cepat yaitu menekannya dua kali berturut-turut. Ini lah daya tarik lain dari Zenfone 4 Max Pro. Konfigurasi kamera ganda ini terdiri dari 1 kamera standar atau dengan sudut pandang normal, 1 lagi kamera bersudut pandang luas alias wide-angle. Hanya saja, kamera wide nya ini cuma punya resolusi 5 MP. Jauh sekali dengan kamera utamanya yang punya resolusi 16 MP. Bisa dibilang kamera wide ini fitur ekstra yang berguna di saat tertentu.

SIMAK JUGA >  Hadir Resmi, Inilah ASUS Zenfone 5 dan Live L1 Indonesia

Sementara itu fitur lainnya adalah sebuah LED flash tanpa laser autofocus. Kamera utama 16 MP sudah mendukung Phase Detection Autofocus (PDAF) yang membantu kecepatan kunci fokus ke satu titik. Pada prakteknya, kamera smartphone ini cukup bisa diandalkan meski sejujurnya jika dibandingkan dengan Zenfone 3 MAX kecepatan fokusnya kalah responsif. Satu hal lagi, kamera wide-angle Max Pro tidak mendukung autofocus sama sekali, jadi ketika di tap bagian tertentu, dia hanya akan melakukan penyesuaian exposure.

zenfone-4-max-pro-review-3

Kualitasnya? Kamera utama 16MP menghasilkan foto yang cukup baik, bisa diandalkan lah terutama jika kondisi cahaya optimal atau berada di luar ruangan. Cukup tajam dan detail masih ditangkap dengan baik. Tidak adanya penstabil gambar sama sekali baik OIS atau EIS berarti ketika memotret harus sedikit sigap kalau tidak mau berakhir dengan foto yang goyang alias shake. Ceritanya sedikit berbeda dengan kamera wide angle nya. Sudut pandang yang lebih lebar dan agak distorsi ala-ala Action Cam, pada kondisi cahaya optimal, hasil fotonya menarik. Sayangnya, kualitas fotonya dibawah kamera utama. Bukan, bukan soal resolusinya yang lebih rendah, tapi keseluruhan kualitas tangkapan gambarnya memang terlihat kurang baik terutama ketika kondisi cahaya mulai banyak berkurang. Jadi ketika lingkungan mulai remang-remang, hindari menggunakan kamera wide-angle nya. Hasil foto-fotonya bisa langsung dilihat di bawah. (Klik untuk memperbesar foto)

Lensa normal
Lensa Wide

 

Lensa normal
Lensa wide – perhatikan distorsinya

 

Nah untuk kamera depan, selain resolusi yang terbilang tinggi, 16MP, ada LED Flash juga yang bisa membantu kalau mau selfie di kondisi kurang cahaya. Kualitasnya kurang lebih sama ama kamera 16MP belakang which is good enough.

zenfone-4-max-pro-review-6

Selama gw pakai Zenfone 4 Max Pro untuk motret termasuk berbagai kegiatan lainnya di hari itu, baterai smartphone ini bisa diandalkan, banget malah. Gw termasuk pengguna berat, terutama karena cukup sering gw pakai main game, tapi biarpun begitu, si Max Pro dengan mudah bertahan sehari lebih dengan SoT (Screen on Time) berkisar 6 jam kurang lebih. Maklum, gw kalau main game bisa lama seharian.

Keluhan gw cuma satu, ngecas alias isi ulang baterai yang lama, seriously, dibutuhkan waktu minimal 4 jam bahkan lebih untuk mengisi penuh. Oke, mungkin karena baterainya besar, 5000 mAh, tapi sepengalaman gw, Zenfone Zoom S yang sama-sama berkapasitas 5000 mAh bisa diisi penuh sekitar 3 jam lebih saja. Untuk jelasnya lihat screenshot di bawah.

battery

Buat yang pengunaannya lebih ringan misalnya cuma sosmed dan striming Youtube, smartphone ini bisa dengan mudah nembus 2 hari mungkin lebih. Irit ya. Tentu karena selain baterai yang besar, beberapa komponen di Max Pro juga mendukung penghematan daya tersebut salah satunya adalah layar yang ‘hanya’ beresolusi HD alias 720p. Layar ini tidak jelek, hanya saja jika sebelumnya sudah terbiasa dengan layar Full HD 1080p, bakalan notis kalau layar Max Pro kurang greget. Tapi buat orang kebanyakan layar ini sudah memadai. 😀

SIMAK JUGA >  ASUS X550IU : Notebook Gaming Terjangkau? Bisa jadi

Lalu seperti seri Max sebelumnya, Zenfone 4 Max Pro ini juga mendukung fitur reverse charging yang artinya bisa digunakan untuk ngecas perangkat lain. Bedanya, kali ini reverse charging ini bisa mengeluarkan arus hingga 1A dibandingkan hanya 500 mAh pada seri sebelumnya.

Berikutnya yang juga menyumbang faktor irit daya adalah SoC nya. Zenfone 4 Max Pro menggunakan Snapdragon 430, yap, sama dengan Zenfone 3 Max sebelumnya. Masih dengan delapan inti alias octa-core prosesor, kinerjanya masih terbilang cukup oke. Bonusnya adalah, sekarang GPU Adreno 505 bekerja lebih ringan karena hanya menangani layar 720p ketimbang layar 1080p pada generasi sebelumnya.

bench

Sampailah pada kesimpulan. Selama gw pakai Zenfone 4 Max Pro kurang lebih 2 minggu, secara umum tidak terlalu mengecewakan. Baterai jumbonya bikin lebih santai ketika menggunakan smartphone ini sehari-hari walaupun pengunaan cukup berat. Kinerja keseluruhan sistem responsif, lag dan stutter minor hanya terasa ketika menjalankan game berat saja. Poin plus juga buat adanya kamera wide angle yang bisa bikin foto sedikit berbeda.

Tapi kemudian ada poin minus yang secara pribadi ngga bisa gw biarkan berlalu. Yang paling berasa itu adalah ngecas alias isi ulang baterai yang lama. Entah kenapa Asus melimit arus yang masuk hanya sekitar 1A, tiga charger sudah gw coba dan 2 diantaranya jenis QuickCharge, nggak pengaruh alias tetap saja arus yang diterima kecil. Lalu kamera, gw cukup menyayangkan kalau hasil fotonya terutama kamera belakang agak kurang terlebih lagi untuk kamera wide-angle nya. Mungkin ini masalah jenis sensor? atau pemrosesan gambar? Entahlah.

Beberapa poin minus ini cukup disayangkan mengingat di kelasnya, Asus Zenfone 4 Max Pro melenggang sendiri dengan baterai jumbo dan kamera ganda. Tapi, jika hal minor diatas tidak menjadi masalah, dan butuh smartphone yang ‘badak’ baterainya, Zenfone 4 Max Pro ZC554KL bisa dipertimbangkan.

Spesifikasi

SoC Qualcomm Snapdragon 430 Octa-Core
Memory 3 GB
Internal Storage 32 GB
Layar 5.5 inci 720p (720×1280)
Software Android 7.1.1 + Zen UI 4.0
Kamera Belakang 16MP f/2.0 PDAF + 5MP f/2.2 Wide Angle, LED Flash
Kamera Depan 16MP f/2.0, LED Flash
Baterai 5000 mAh
Konektivitas Wi-fi 802.11 b/g/n+Bluetooth 4.0
Port Micro USB 2.0, 3.5mm Headphone Jack
Weight 181 gram
Dimension 154 x 76,9 x 8,9 mm 

 

72 100 1
72%
Average Rating

Asus Zenfone 4 Max Pro ZC554KL

Meskipun bukan yang terbaik di kelasnya, tapi Zenfone 4 Max Pro merupakan salah satu yang terbaik untuk urusan daya tahan baterai. Formula spesifikasi irit daya dan baterai jumbo cukup berhasil menciptakan pengalaman pengunaan smartphone yang bisa menemani bahkan hingga dua hari.

  • OVERALL
    72%

Karuna

Karuna

A Tech and Gadget 'opreker', Full time internet surfer, WWE fan since '99, and big fan of Japanese pop culture.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *