Belakangan ini, ASUS gencar sekali dengan promosi Zenfone terbarunya, Max Pro M1. Yang menarik, kali ini ASUS langsung menyerang vendor lain terutama Xiaomi. Hanya saja target segmennya cukup unik, para mobile gamer. [#LimitlessGaming] Jadi, seberapa hebat andalan ASUS ini untuk “merusak pasar”? Mari disimak.

Setelah menghabiskan waktu sekitar hampir 2 minggu, secara umum pengalaman gw masih sama dengan waktu nyobain pertama alias Hands-On. ASUS Zenfone Max Pro M1 ini kencang, mulus dan lancar walaupun setelah gw install semua aplikasi yang gw pakai sehari-hari.

Unit yang gw review memang cuma punya RAM 3GB, tapi lantas tidak terlalu membuatnya megap-megap ketika gw pindah-pindah aplikasi secara langsung. Setidaknya gw masih bisa balas chat ketika jeda main game, lalu balik lagi ke game tanpa harus reload dan perpindahannya termasuk responsif. Iya gw tau, notif ada chat masuk ketika lagi asyik bermain game itu mengganggu banget 🙁

Seperti yang di iklanin juga, bahwa Snapdragon 636 yang digunakan disini memang sangat bertenaga untuk smartphone segmen ini. Peningkatan kinerja yang dihasilkan cukup jauh jika dibandingkan Snapdragon 625 yang amat sangat populer bahkan sampai saat ini. Uji perbandingannya sudah gw bikin di –>artikel ini<– buat yang penasaran.

Tenaga dari Snapdragon 636 ini tak hanya dari CPU Core nya saja (Kryo 260) tapi juga GPU Adreno 509 yang dimiliki. Kombinasi ini memungkinkan kita untuk menjalankan mode High Frame Rate di beberapa game yang support macam AOV. Mode High Frame Rate ini memanfaatkan kekuatan ‘lebih’ dari GPU yang selama ini dibatasi 30fps, menjadi maksimal 60fps. Efeknya tentu saja tampilan grafis jadi lebih mulus dan lancar. Bahasa simpelnya, enak di mata karena pergerakan grafiknya lebih mulus.

Gw akan bahas lebih lanjut soal High Frame Rate ini nanti di artikel terpisah. Yang jelas, selama gamenya support dan tenaga GPU nya cukup, maka HFR ini bakal menambah nikmat bermain game. Nah ada tapinya, mode HFR ini akan mengkonsumsi daya sedikit lebih banyak. Tapi tenang, Zenfone Max Pro M1 punya baterai jumbo 5000 mAh, jadi efeknya nggak terlalu berasa lah.

Baterai kapasitas besarnya ini juga lah yang bikin gw bisa dengan santai dan yakin pakai smartphone ini sehari-hari. Yakin karena gw sudah pasti lewat 1 hari, itu pun sudah dengan main game total hampir 2 jam. Screen On Time yang gw dapat juga termasuk luar biasa dengan rata-rata 8 sampai 9 jam. 😮

Lalu pertanyaannya, berapa lama untuk mengisi alias charging baterai sebesar ini? Nah, pertama, sayangnya Max Pro M1 ini tidak mendukung teknologi QuickCharge milik Qualcomm. Kedua, untungnya, menggunakan charger standar 10W (5V/2A), smartphone ini bisa terisi penuh dalam kisaran 3 jam kurang lebih. Pada beberapa kali pantauan gw, kadang 3 jam lebih sedikit, pernah juga tidak sampai 3 jam. Ini kurang lebih sama seperti yang tertera di halaman produk di website ASUS, bahwa mengisi penuh Max Pro M1 hampir 3 jam (2j45m).

SIMAK JUGA >  [Review] SonicGear Space 3 : Hemat Tempat dan Kantong

Apakah baterai besar dan jeroan bertenaga merupakan komposisi utama dari slogan Limitless Gaming? nope, masih ada satu lagi dan bisa dibilang ini yang pertama buat ASUS dengan Zenfone nya. Faktor ketiga dari performa maksimal Max Pro M1 adalah Android polosan alias Pure Android dengan versi 8.1.0 alias Oreo. Ini semacam jawaban atas protes sebagian penggunanya karena ZenUI yang biasanya penuh aplikasi tak terpakai (bloatware) atau memang kurang sreg pakai ZenUI. #InspiredByZenFans ? Bisa jadi 😀

Penggunaan Android polos ini sudah pasti ada plus dan minusnya apalagi yang sudah terbiasa dengan fitur ekstra yang biasa ada di custom UI macam ZenUI. Contoh paling sederhana adalah screenshot, kalau di ZenUI, tinggal tekan dan tahan tombol Recent Apps, beres. Di Android polos masih harus menggunakan shortcut standar buat melakukan hal tersebut yaitu tekan dan tahan tombol volume – bersama tombol power.

Hal-hal kecil seperti ini yang kadang bikin Android polos agak nyusahin user awam. Meskipun tetap ada fitur ekstra seperti Face Unlock yang lagi ngetren dan suprisingly, masih ada ZenMotion lho buat aksi cepat dengan gesture tertentu. 😀

Salah satu aksi cepat yang berguna adalah tekan dua kali tombol power saat smartphone standby untuk langsung menyalakan kamera. Gw paling suka pakai cara ini karena responnya sangat cepat, kamera langsung nyala dan bisa langsung jepret.

Kamera pada Zenfone Max Pro M1 punya beberapa konfigurasi. Di unit yang gw review, kamera belakang menggunakan kombinasi 13MP + 5MP dan kamera depan 8MP. Sementara untuk varian 16MP itu hanya untuk model Max Pro M1 tertinggi dengan RAM 6GB.

Balik lagi ke kamera, sensor 5MP pada kamera belakang berfungsi sebagai sensor kedalaman (depth sensing) untuk efek bokeh yang hasilnya, cukup baik, terbilang rapi lah pemisahan objek fokus dengan latar nya yang di blur . *klik untuk memperbesar*

Sementara untuk foto ‘biasa’, sensor 13MP ini menghasilkan foto yang cukup baik. Detil yang tertangkap baik, kontras dan warna terlihat cukup meyakinkan, hasil keseluruhan foto tajam tanpa kesan oversharpening. Autofokus termasuk cepat dan responsif, di kondisi cahaya optimal.

Sementara untuk kondisi agak remang/indoor, meskipun sedikit berkurang performanya, tapi foto yang dihasilkan masih cukup baik.

Karena tidak pakai ZenUI dan Pixelmaster, maka kamera pada Max Pro M1 menggunakan Snapdragon Camera yang bisa dibilang cukup sederhana dan simpel. Yang disayangkan adalah tidak adanya mode full Manual dalam artian kita tidak bisa mengatur shutter speed dan fokus secara manual. Yang bisa hanya ISO dan White Balance.

Kekurangan dari kamera smartphone ini adalah tidak adanya OIS, mungkin kalau untuk foto masih bisa ditoleransi lah, tapi tidak dengan video karena hasilnya rentan goyang meskipun ada EIS.

Untuk perekaman video sendiri, Max Pro M1 sudah mendukung hingga resolusi 4K, bahkan uniknya bisa dalam format anamorphic karena ada mode 4K DCI, resolusi yang dihasilkan 4096 x 2160 berbeda dengan 4K ‘biasa’ yang resolusinya 3840 x 2160 atau disebut 4K UHD.

SIMAK JUGA >  [Review] Asus ZenPower Pro : Dengan tambahan fitur 'Pro'

Video 4K yang sedikit lebih panjang tadi bisa tampil lebih optimal di layarnya yang memang panjang, standar layar kekinian 18:9. Selain lega, layar berdimensi 5.99 inci Full HD+ ini tampil hampir penuh dengan bezel yang cukup tipis. Layarnya ini terang, cukup terang untuk melawan sinar matahari ketika digunakan di luar ruangan.

Struktur bodinya ini juga bisa dibilang masih sama dengan seri sebelumnya, Max Plus M1. Semua port ada di bawah, tombol-tombol di kanan serta slot tiga tray buat dua nano SIM plus MicroSD ada di kiri. Dan karena layarnya tersebut cukup melengkung alias di desain dengan 2.5D Glass, handling keseluruhan bodi Max Pro M1 ini enak. Satu keluhan gw soal bodinya ini, bagian belakangnya lagi-lagi gampang sekali meninggalkan bercak tangan berupa keringat dan minyak.

Sebelum dibersihkan —> Sesudah dibersihkan

Sensor fingerprint ada di bagian belakang yang kecepatannya oke. Tidak secepat kilat, tapi juga tidak lemot. Dan tentu saja, masih lebih meyakinkan dibandingkan menggunakan face unlock. 😛 Apa yang kurang? Yak seperti biasa, tidak adanya fitur NFC. Fitur yang gw rasa makin terpakai sekarang ini, terutama buat contactless payment.

Final Verdict

Oke, jadi ini kah gebrakan kembali ASUS di pasar smartphone Indonesia? apakah ASUS Zenfone Max Pro M1 ini pilihan terbaik di kelasnya?

Di harga yang ditawarkan memang banyak sekali nangkring atau bercokol smartphone lain. Segmen pasar yang sesak. Tapi kalau gw bilang, tiga poin utama yang gw bahas diatas (SoC, Baterai, dan Android Pure) tadi sangat bisa menjadi daya tarik serta pertimbangan berat buat yang nyari smartphone di rentang harga 2 jutaan.

Kekurangannya adalah masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan dari sisi software misalnya mungkin penyempurnaan aplikasi kamera. Update security patch mungkin? dan secara pribadi, WiFi-nya tidak mendukung band 5Ghz itu bikin gregetan.

 Spesifikasi

Zenfone MAX PRO M1
SoC Snapdragon  636
CPU 8x Kryo 260
GPU Adreno 509
RAM/Storage Internal 3 GB / 32 GB
Layar IPS 5.99” 2160×1080 18:9
Kamera utama / depan 13 MP + 5 MP / 8 MP
Baterai 5000 mAh
OS Android Oreo 8.1
Dimensi 159 x 76 x 8.46 mm
Bobot 180 gram
90 100 1
90%
Average Rating

ASUS Zenfone Max Pro M1

ASUS mencoba mengulang sukses Zenfone yang terjadi beberapa tahun lalu, dan kali ini dengan Max Pro M1 nampaknya mereka bisa berhasil. Smartphone ini punya formula yang manjur untuk sebuah smartphone yang dicari banyak orang. Kencang, irit daya dan yang paling penting terjangkau. Kelebihan yang ditonjolkan oleh Zenfone Max Pro M1 rasanya sudah lebih dari cukup untuk menutupi atau tepatnya mentoleransi beberapa kekurangannya. Recommended? That's gonna be a Yes.

  • Overall
    90%