Jadi ceritanya, kapan itu gw terlihat speaker bluetooth (lagi) yang menurut gw lucu/imut. Cek punya cek, keluaran SonicGear ternyata. Lanjut cek lagi, lho kok murah. Ah ya sudahlah, hajar aja. Singkat cerita, mari kita lihat bisa apa speaker bluetooth yang harganya kurang dari 100 ribu rupiah ini  😀 Lanjut…

Awalnya gw kira speaker yang punya nama lengkap Pandora Halo 2 ini kecil, tapi ternyata lumayan gede. Ya tetap portable sih karena masih seukuran kira-kira setelapak tangan.

Oiya, sebelum lanjut, satu informasi soal produk ini, Pandora Halo 2 yang gw review disini adalah model keluaran 2018, karena ternyata sebelumnya Sonic Gear sudah pernah merilis produk dengan nama yang sama, tapi beda banget barangnya. Bingung? gw juga kok 😀

Aniwei, lanjut ke bluetooth speaker ini, Pandora Halo 2 ini datang dengan kelengkapan yang minimalis. Cuma ada kabel micro-usb buat ngecas dan tali strap biar speakernya enak dibawa-bawa.

Menariknya lagi, dari ukuran unit nya yang nampaknya besar, ternyata ukuran drivernya lebih kecil, terlihat dari grill alias kisi-kisi buat suara driver tersebut. Build quality nya sih menurut gw bagus, plastik solid, mantap nggak ringkih murahan gitu lah, biasanya kalau kelas speaker harga segini, you know lah 😛

Pandora Halo 2 (2018) ini punya banyak warna, dan yang gw pilih berwarna biru mint. Bagian bawahnya berupa karet biar duduk mantap kalau diletakkan. Di bagian bawahnya ini juga lah terdapat tombol-tombol fungsi dari speaker.

Soal fungsi, selain sebagai bluetooth speaker, Pandora Halo 2 (2018) ini juga bisa dijadikan music player sendiri berbekal slot Micro-SD. Format yang didukung tentu saja MP3, format lain belum gw cobain, nanti gw update 😛 . Tapi sayangnya tidak ada fungsi ekstra lain kayak menjawab telepon karena tidak ada mic nya, dan juga tidak ada colokan buat input kabel (AUX).

SIMAK JUGA >  [Review] MiFa A10 : Bandel dan Menggetarkan

Nah sekarang ke poin utama, seperti apa suaranya? Secara spesifikasi speaker ini punya daya keluaran yang membingungkan, karena di kotak tertulis 3W tapi di bodi speaker 5W. Apapun, powernya harusnya sudah cukup keras untuk mengisi seruangan. Suara yang dihasilkan cenderung mid dan high alias banyakan nada tengah dan atas. Nada rendah nya, sebut saja ada tapi hampir tidak terdengar 😛 . Tidak jelek, karena meski kurang bass, suaranya jelas, jadi kalau buat misalnya denger musik akustik, masih enak.

Terus apa bedanya sama speaker hape alias smartphone? Memang benar, kalau sedikit banyak suaranya mirip dengan speaker hape (yang bagus) tapi Pandora Halo 2 tetap lebih unggul karena lebih keras walaupun pada volume keras tersebut, efek suara ‘plastik’ semakin terasa yang membuat suara jadi campur aduk kurang jelas. Yang menarik, bluetooth speaker ini latency nya rendah lho, lumayan banget ternyata. Jadi kalau buat main game, suaranya HAMPIR tidak ada jeda (delay), nggak kayak Mifa A10 gw tempo hari yg delaynya parah banget kalau buat main game.

Baterainya tahan berapa lama? Di spesifikasinya teetulis 3 jam non-stop, tapi sementara ini udah 2 hari sejak gw cas penuh dan play musik hampir sejam sehari baterainya masih setengah. Ah iya, bagusnya adalah indikator baterainya bisa dipantau di smartphone, lumayan lah 😀

Jadi konklusinya gimana? Well, melihat banderol harganya tentu gw nggak punya ekspektasi tinggi sama produk ini. Suaranya sih “biasa aja” tapi setidaknya masih sangat bisa diterima terutama melihat harganya. Fitur ekstra seperti musik player melalui slot micro-SD bisa menjadi nilai tambah jika kalian emang butuh. So, buat yang nyari speaker bluetooth murah dan bagus, bisa coba dilirik asal sekali lagi, sesuaikan ekspektasi Anda 😀

SIMAK JUGA >  [Review] Asus Zenpad 7.0 Z370CG
72 100 1
72%
Average Rating

Sonic Gear Pandora Halo 2 (2018)

Cukup menarik, mungkin itu adalah kata yang tepat untuk speaker bluetooth keluaran Sonic Gear yang satu ini. Murah dan to-the-point adalah nilai jual utama dari Pandora Halo 2 versi 2018. Desain menarik serta sangat portabel menjadikan poin pertimbangan utama. Tenang, suara yang dihasilkan oke kok, tidak lebih, tidak kurang, sebut saja, memadai.

  • Overall
    72%