Reviews

[Review] Sonicgear Vibra 5 : Rasakan getarannya

Satu hal yang jarang gw lakukan adalah, gw jarang nyobain headphone/earphone dari para produsen speaker. Buktinya, setelah bertahun-tahun kenal Sonicgear, baru ini gw nyobain headphonenya. Hasilnya? well, enak kok suaranya. Lalu apa yang bikin gw tertarik sama Vibra 5 dari Sonicgear ini?

Jawaban paling gampang adalah iseng. Jujur aja, gw ga terlalu suka pake earphone/headphone, lebih prefer speaker buat denger musik dengan berbagai alasan personal. Tapi kemudian alasan berikutnya, murah meriah alias terjangkau. Bocoran aja nih, Vibra 5 ini gw dapatkan dengan harga kurang dari 200 ribu rupiah 😛 . Lagi ngetren juga kan, murah bukan berarti murahan, kaya smartphone yang rame datang dr negeri tiongkok 😀

Sonicgear Vibra 5 sendiri termasuk produk baru dari banyak produk yang mereka luncurkan tengah tahun 2015 kemarin. Desainnya menarik dengan berbagai pilihan kombinasi warna yang menurut gw emank catchy sih apalg buat dibawa-bawa. Gw sendiri akhirnya memilih dengan kombinasi warna putih biru. Warna lainnya nih bisa dilihat sendiri.

Oke, langsung aja, packaging-nya simpel yah, ngga ada apa-apa, headphone doank udah gitu aja 😀 . Pas pertama gw pegang, wah bahannya bagus nih. Headbandnya plastik cukup kokoh dilapisi semacam kain sintetis dengan busa yang sedang-sedang saja. Bagian earcup punya pad yang lumayan tebal dan cukup nyaman. Di sisi headband ada pengaturan fitting yang dikasi corak warna biar pas dengan tampilan keseluruhan.

Oiya headphone ini desainnya on-ear karena tidak menutupi seluruh telinga kaya headphone yang gede itu. Dan disinilah keluhan pertama datang yaitu soal fitting. Bagaimanapun gw atur, Vibra 5 kurang menjepit jadi terasa kurang mantap pas dipake walaupun ngga sampe lepas/jatuh juga pas gw coba jalan mondar mandir atau geleng-geleng.

SIMAK JUGA >  [Review] Sonic Gear Quatro 2 : Ringkas dan Lantang

Kabelnya sudah didesain braided dengan warna yang sama juga dalam hal ini biru di punya gw dan ada microphone-nya. Wajar, karena emank target pasarnya adalah para pengguna gadget jadi bisa dipake buat nelpon juga. Dan tombol di mic tersebut berfungsi baik di Android maupun iOS seperti pencet sekali untuk start/stop musik, atau pencet dua kali untuk Next Song.

Nah sampailah kita ke bagian paling penting, suara. Gimana suaranya? well, pada kondisi out of box, suaranya cukup menarik. Yang paling gw notice pertama adalah bass yang cukup besar. Dentumannya mantap dengan proporsi yang agak lebih sedikit. Speednya juga ga malu-maluin, diajak main cepet ngga terlalu kedodoran bass-nya dan bisa main rendah juga, gw ga tes freq swipe sih tapi ada beberapa lagu yang emank punya low-bass si Vibra 5 ini masih dapet.

High alias nada tingginya cukup airy walaupun kadang terasa kurang extend tapi yg jelas ga ketutupan mid-low jadi tidak berpotensi jadi dark suaranya.

Ceritanya berbeda di sektor mid alias nada tengah. Mid terdengar solid tapi kurang tebal dan ada peak atau frekuensi yang tajam sekitar mid-high nya, jadi sesekali kalo lagu yang “cring” bisa jadi tajam dan nyerang, bikin capek dengarnya lama-lama. Sementara untuk staging dan separasi okelah, cukup standar tidak istimewa.

TAPI, setelah gw burn selama sekitar 50 jam, inilah yang terjadi.

Highnya lebih lepas, jadi sedikit lebih airy. Sementara “tusukan” di area mid-highnya jauh berkurang dan sektor low atau bass nya jadi lebih terkontrol tapi tidak terlalu banyak berubah. Mungkin bisa dibilang keseluruhan tonal balance-nya jadi V Shape. Overall improvement-nya kecil tapi sangat berpengaruh, jadi berlama-lama dengan headphone ini tidak bikin kuping capek.

SIMAK JUGA >  ASUS ROG G550JK : Game is my first name

Yang belum berubah adalah jepitannya tadi, ya iyalah orang jarang dipake 😛 selama gw burn kan gw tinggalin. Tapi yang jelas bakal gw lanjut dulu sampe sekitar 100-jam nanti gw update lagi.

Overall, Sonicgear Vibra 5 ini cukup menarik, kalo istilah kerennya kere-hore. Harganya terjangkau (banget malah karena gw dapetnya murah) tapi dengan suara yang tidak malu-maluin. Ditambah lagi portabilitasnya, bisa jadi alternatif buat yang pengen punya headphone tapi males kalo headphonenya berbodi gede dan susah dibawa.