Keyboard mechanical umumnya dibedakan selain dari jenis switchnya, juga dari format alias bentuknya. Ada yang disebut TKL atau Ten Key Less, Tapi keyboard yang ini beda, karena lebih kecil lagi dari keyboard TKL karena lebih banyak lagi tombol yang ditiadakan. Inilah Vortexseries VX5.

Vortex VX5 adalah keyboard mechanical keluaran Vortexseries yang berukuran mungil dibandingkan dengan keyboard normal (biasadisebut sebagai 61-keys keyboard). Dan secara pribadi gw merasa keyboard mungil ini memang menarik. Meskipun ternyata ada beberapa keterbatasan yang harus ditoleransi ketika pakai keyboard ini. Disimak pelan-pelan ya.

Dipangkas menjadi keyboard dengan fungsi amat dasar, poin plus dari keyboard sekecil ini adalah portabilitas. Yap, gampang dan enak dibawa-bawa. Hal ini semakin dipermudah karena VX5 menggunakan konektor micro-usb pada keyboardnya. Uniknya lagi jumlahnya ada 2, kiri dan kanan, jadi bisa disesuaikan posisi yang enak buat penempatan kabelnya.

Bobotnya juga mantap untuk ukuran keyboard mini, ketika diletakkan, kokoh, tidak goyang ataupun geser-geser sama sekali. Meski tanpa kaki pengatur sudut permukaan keyboard, VX5 dirancang cukup ergonomis dengan sedikit sudut miring untuk pengguna.

Karena ini keyboard mechanical, tentu kita harus bahas switch yang digunakan. Ada yang menarik disini. Kalau Anda pernah tahu keyboard Vortexseries ini sebelumnya, mereka menggunakan switch Cherry MX dan sempat jadi fenomena keyboard Cherry MX termurah.

Sayangnya, entah kenapa, sekarang semua keyboard Vortexseries tidak lagi menggunakan Cherry MX. VX5 sendiri menggunakan switch dari Outemu dan hadir dengan pilihan Red, Blue atau Brown. Yang gw pilih adalah Blue Switch.

Karakteristik khas Blue Switch yang berisik memberikan kepuasan tersendiri bagi gw. 😀 Tapi secara objektif, di kelasnya, switch Outemu ini cukup enak kok, sama sekali not bad. Nggak heran kalau switch ini banyak digunakan oleh keyboard mechanical low budget alias murah meriah terjangkau 😀

Satu hal yang menarik dari VX5, switchnya ini bisa dilepas. Yang artinya kalau nanti ada switch yang rusak atau memang mau mengganti switch di tombol tertentu, bisa langsung dilakukan. Itulah kenapa mereka menyertakan juga switch puller (dan keycap puller), alat untuk “mencongkel” switchnya dari PCB keyboardnya.

SIMAK JUGA >  [Review] Xiaomi Mi Steel Gun Bluetooth Speaker : Explosif

Tapi entah karena faktor switch yang bisa dicabut pasang atau bukan, kalau dilihat-lihat, ada tombol keyboard terlihat kurang rata, tinggi rendah terutama untuk deret yang sebaris. Lengkapnya lihat gambar di bawah.

Dan, font yang digunakan di keycap nya adalah font keyboard low-cost sejuta umat. 😂 Tidak mengganggu penggunaan sih memang, hanya perlu di notice. 😛

Lanjut ke fitur dan fungsionalitas. Hal pertama yang mau gw bahas adalah tentu saja backlight RGB nya. Ada 2 cara untuk mengatur backlit VX5, lewat kombinasi tombol langsung pada keyboardnya atau melalui software yang bisa didownload.

Kabar baiknya, keyboard ini full RGB yang artinya kita bisa memilih warna yang lebih akurat sesuai keinginan. Tapi itu hanya melalui software, kalau lewat kombinasi tombol, harus puas dengan beberapa warna pilihan yang sudah disediakan alias preset.

Selain warna statis, kita juga bisa memilih mode backlit lainnya seperti rainbow, snake, dan lainnya. Untuk urusan kustomisasi gw acungi jempol lah si VX5 ini.

Sayangnya ada bug di sistem backlit-nya. Sempat beberapa kali warna backlit yang sudah gw atur melalui softwarenya ter-reset kembali ke pengaturan default 🙁 .  Ini terjadi ketika gw mengakses fungsi ganda pada tombol, misalnya mau menekan tombol panah atas dengan kombinasi tombol Fn + ? atau pernah juga ketika gw ingin meredupkan cahaya backlitnya dengan kombinasi Fn + ] . Bukan masalah besar tapi kadang bikin kesal juga. Tapi untungnya jarang terjadi.

Software ini juga memberikan fasilitas macro yang cukup berguna kalau memang butuh, namun rasanya untuk keyboard ini agak terbatas akibat jumlah tombol yang minim.

Minim juga menjadi kata yang tepat untuk VX5. Karena meskipun fungsi utama keyboard tidak terlalu terganggu, tapi sering beberapa kali gw merasa jadi repot.

SIMAK JUGA >  [Review] Asus Zenpad 7.0 Z370CG

Bagi gw, mengaktifkan fungsi F-sekian dengan menekan tombol Fn mungkin masih bisa dimaklumi karena pada laptop/notebook pun begitu. Yang menjadi masalah adalah pada tombol panah arah. Fungsi yang sering gw gunakan sehari-hari mulai dari mengetik buat menggeser kursor, atau men-skip beberapa detik ketika dengar lagu atau nonton video, dan hal lainnya.

Uniknya lagi, atau mungkin anehnya, tidak ada fungsi ganda buat tombol Home, End, PageUp, dan PageDown, yang sekali lagi, cukup sering gw gunakan sehari-hari.

Tapi kalau kebutuhan Anda cuma gaming, yang biasanya berkutat seputar WASD dan sekitarnya {genre fps, third-person), VX5 sangat cukup dan untuk tujuan penggunaan seperti ini lah gw merasa VX5 cocok. Jadi buat yang mau bikin setup gaming minimalis dan estetis, bisa banget pakai VX5.

Final Verdict

Salah satu nilai jual dari VX5 selain ukurannya adalah ini merupakan keyboard mechanical yang menurut gw jelas lebih enak ketimbang keyboard membran tradisional. Tapi, memutuskan untuk meminang Vortexseries VX5 tentunya harus siap dengan keterbatasan fungsinya. Sebab, jumlah tombolnya berkurang banyak dibandingkan ukuran standar. Keyboard seperti ini memang bukan untuk semua pengguna, tapi kalau Anda butuh hal spesifik misal tampang estetik pelengkap setup meja, VX5 bisa dijadikan pertimbangan. Karena gw akui, keyboard ini memang cakep buat nampang di meja. 😀

 

 

75 100 1
75%
Average Rating

Vortexseries VX5

Kecil, berbasis mechanical dan kustomisasi backlit adalah tiga poin utama (dan daya jual) dari VX5. Tentu tetap ada kekurangan sebagai kompensasi dari keyboard yang berukuran mini ini. Untungnya fungsi utama sebagai keyboard tetap dihadirkan dengan baik karena mengetik atau bermain game di keyboard mini ini berjalan lancar dengan respon mechanical yang memuaskan.

  • Overall
    75%